Home 150 Berita 150 Rakerda Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat

Rakerda Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat

sketsa-aulia-rakerda-bkkbn
Sketsa Rakerda oleh Aulia

Rapat Kerja Daerah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau RAKERDA BKKBN Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Hotel Kapuas Permai tanggal 22 April 2015 dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH yang dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat menyambut baik kegiatan Rapat Kerja Daerah ini karena, mencermati sasaran strategis Program KKBPK pada Renstra 2015-2019 perlu adanya kerja keras dan kerja cerdas untuk bisa mencapai sasaran yang telah ditetapkan di RPJMN 2015-2019.

Adapun Tema Rakerda BKKBN Provinsi Kalimantan Barat adalah “Melalui RAKERDA, Kita Optimalkan Kinerja Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Guna Mewujudkan Target Sasaran Tahun Pertama RPJMN dan RENSTRA Tahun 2015-2019”

Mengacu pada SDKI (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia) Laju Pertumbuhan Penduduk merupakan sasaran yang harus dicapai di Kalimantan Barat agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap terwujudnya Renstra 2015-2019 adalah 1,49%, sementara Kalimantan Barat masih dalam posisi 1,6%, sedangkan Angka Kelahiran Total (TFR) saat ini masih 3,1 dan target sasaran pada RPJMN 2015-2019 menjadi 2,6 yang artinya kita harus bisa menurunkan 0,5 hingga akhir RPJMN 2019 nantinya.

Selain itu kita masih harus bekerja keras untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi modern oleh Pasangan Usia Subur di Kalimantan Barat dari 63,9 saat ini, menjadi 69%.   Disisi lain, masih banyak jumlah pasangan usia subur yang tidak ingin punya anak segera, tetapi tidak ber KB, yaitu kurang lebih 9,8% dari jumlah Pasangan Usia Subur yang ada di Provinsi Kalimantan Barat.

Renstra 2015-2019 menghendaki kita dapat menurunkan kasus unmetneed ini sebesar 3%, dan yang juga membutuhkan kerja keras dan perhatian kita secara bersama sama adalah upaya untuk menurunkan kasus kehamilan dan kelahiran usia remaja 15-19 tahun, yang saat ini menjadi kasus tertinggi di Indonesia yaitu 104 kasus per 1000 kehamilan dan kelahiran, sedangkan pada Renstra 2015-2019 telah ditetapkan bahwa kita harus bisa menurunkan kasus tersebut minimal menjadi 70 kasus saja per 1000 kehamilan dan kelahiran.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Provinsi Kalimantan barat juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pengelola dan pelaksana Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di Provinsi Kalimantan Barat yang telah bekerja keras selama ini, dan seyogyanya mencermati dengan seksama, apakah strategi, kebijakan dan kegiatan kegiatan yang telah dilakukan selama ini telah tepat arah, dan efektif dilakukan dalam upaya mengatasi masalah masalah yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat.

Acara Rapat Kerja Daerah diakhiri dengan Penyerahan Penghargaan kepada 6 SKPD KB dengan berbagai kategori, dan pembacaan rumusan rapat kerja daerah oleh Kabid Latbang Drs. Gun Djamani.

About bangfad

Bangfad - Seorang blogger yang sering kehilangan ide menulis saat didepan komputer, telah lama belajar website yang saat itu masih bernama "homepage" hingga berubah nama menjadi "blog" namun sampai sekarang masih terlihat "cupu" namun tetap mencoba eksis di dunia Blog dan Review.

Check Also

Ide Unik “Tugu Kuntilanak” Ramaikan Media Sosial

Ide Unik “Tugu Kuntilanak” yang digagas oleh Kadis Porpar Kalimantan Barat, Kartius berwacana akan mendirikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *